Kalender Bali Digital - Senin, 27 Desember 2027

Kalender Bali Digital (Senin, 27 Desember 2027) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.

Rincian Wewaran

Wuku

Sinta

Ingkel

Wong

Jejepan

Taru

Fase Bulan

Pangelong 14

Wewaran Nama Urip
Triwara Beteng 4
Caturwara Laba 5
Pancawara Pon 7
Sadwara Ariang 6
Saptawara Coma 4
Astawara Indra 5
Sangawara Dangu 5
Dasawara Pati 7

Ala Ayuning Dewasa

Amerta Dadi

Baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.

Banyu Urug

Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Carik Walangati

Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Gagak Anungsang Pati

Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa

Kala Bancaran

Baik untuk membuat senjata, taji, pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk mengadap nira).

Kala Siyung

Tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas.

Kala Sor

Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Kala Temah

Tidak baik untuk dewasa ayu.

Kaleburau

Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben

Karnasula

Baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan.

Panca Prawani

Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Purwani

Tidak baik dipakai dewasa.

Salah Wadi

Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll).

Sampar Wangke

Tidak baik untuk bersenggama, kalau dilanggar bisa melahirkan bayi yang penuh kesialan dan kemalangan.

Lintang

Kiriman

"Cerdas, berjiwa sosial tinggi, dermawan, namun suka pujian."

Total Urip

Total Urip (Saptawara + Pancawara) 11

Event / Rerahinan Hari Ini

Bali

Soma Ribek

Hari suci Soma Ribek jatuh pada hari Senin Pon wuku Sinta, dua hari setelah Saraswati. Umat Hindu di Bali merayakan hari ini sebagai wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Sri (dewi kemakmuran) atas limpahan pangan dan kesejahteraan.

Banten umumnya dihaturkan di lumbung padi atau tempat penyimpanan beras. Pada hari suci ini, terdapat pantangan (brata) untuk tidak menumbuk padi atau melakukan transaksi jual beli beras guna menghormati berkah pangan.