Kalender Bali Digital - Minggu, 26 Desember 2027

Kalender Bali Digital (Minggu, 26 Desember 2027) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.

Rincian Wewaran

Wuku

Sinta

Ingkel

Wong

Jejepan

Mina

Fase Bulan

Pangelong 13

Wewaran Nama Urip
Triwara Pasah 9
Caturwara Sri 6
Pancawara Paing 9
Sadwara Tungleh 7
Saptawara Redite 5
Astawara Sri 6
Sangawara Dadi 8
Dasawara Sri 6

Ala Ayuning Dewasa

Banyu Urug

Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Carik Walangati

Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Geni Rawana

Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Kala Gotongan

Baik untuk memulai suatu usaha. Tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.

Kala Katemu

Baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, mangadakan pertemuan.

Kala Mretyu

Baik untuk membuat senjata, mulai berperang membela kebenaran, memberi nasehat kepada orang lain. Tidak baik untuk bersenggama, segala yadnya.

Kala Prawani

Tidak baik untuk semua kegiatan, hari ini mengandung pengaruh yang kurang baik.

Kala Rau

Baik untuk meramu obat-obatan, sadek, membuat senjata, upas (penjaga). Tidak baik untuk membangun rumah, mengatapi rumah akibatnya akan terbakar, batasi berbicara yang dapat menimbulkan kekeliruan, mengawinkan orang.

Salah Wadi

Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll).

Sri Tumpuk

Baik untuk memcari burung (mepikat).

Lintang

Gajah

"Rajin, ambisius, memiliki pendirian teguh, namun bisa sedikit sombong dan suka kemewahan."

Total Urip

Total Urip (Saptawara + Pancawara) 14

Event / Rerahinan Hari Ini

Bali

Banyu Pinaruh

Banyu Pinaruh adalah upacara penyucian diri umat Hindu di Bali yang dilaksanakan pada hari Minggu (Redite Paing Sinta), tepat sehari setelah Hari Raya Saraswati.

Ritual ini bertujuan untuk membersihkan diri lahir dan batin, memohon ilmu pengetahuan, serta melunturkan sifat kotor (Dasa Mala) menggunakan air suci di laut atau sumber mata air.