Kalender Bali Digital - Rabu, 02 Juni 2027

Kalender Bali Digital (Rabu, 02 Juni 2027) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.

Rincian Wewaran

Wuku

Sinta

Ingkel

Wong

Jejepan

Patra

Fase Bulan

Pangelong 13

Wewaran Nama Urip
Triwara Pasah 9
Caturwara Menala 8
Pancawara Kliwon 8
Sadwara Paniron 8
Saptawara Buda 7
Astawara Yama 9
Sangawara Gigis 9
Dasawara Manuh 2

Ala Ayuning Dewasa

Banyu Milir

Baik untuk membuat sumur, kolam, membuka jalan air, ngirisin (menyadap nira).

Carik Walangati

Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Cintamanik

Baik untuk melakukan upacara potong rambut.

Geni Rawana

Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Kala Brahma

Mengandung arti kepanasan atau kesakitan.

Kala Dangastra

Baik untuk membangun tembok pekarangan, membuat alat-alat penangkap ikan. Tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, tidak baik melakukan upacara (gawe ayu).

Kala Dangu

Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, bepergian.

Kala Mretyu

Baik untuk membuat senjata, mulai berperang membela kebenaran, memberi nasehat kepada orang lain. Tidak baik untuk bersenggama, segala yadnya.

Kala Siyung

Tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas.

Kala Sudukan

Tidak baik untuk memindahkan orang sakit, menunjukkan unsur perombakan.

Kala Tampak

Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan).

Kala Upa

Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan).

Purwanin Dina

Tidak baik sebagai dewasa ayu

Salah Wadi

Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll).

Lintang

Tiwa-tiwa

"Menyukai seni, perasaannya halus, ramah, namun terkadang sering bingung mengambil keputusan."

Total Urip

Total Urip (Saptawara + Pancawara) 15

Event / Rerahinan Hari Ini

Bali

Pagerwesi

Pagerwesi , berasal dari kata Pager yang artinya pelindung , dan Wesi yang artinya Besi yang memberi makna bahwa segala sesuatu yang di pagar agar tetap kokoh dan kuat , yang memiliki makna suatu sikap keteguhan dari iman dan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia, sebab tanpa ilmu pengetahuan kehidupan manusia akan mengalami kegelapan ( Awidya).
Bali

Buda Kliwon