Kalender Bali Digital - Selasa, 01 Juni 2027

Kalender Bali Digital (Selasa, 01 Juni 2027) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.

Rincian Wewaran

Wuku

Sinta

Ingkel

Wong

Jejepan

Sato

Fase Bulan

Pangelong 12

Wewaran Nama Urip
Triwara Kajeng 7
Caturwara Jaya 1
Pancawara Wage 4
Sadwara Urukung 5
Saptawara Anggara 3
Astawara Guru 8
Sangawara Jangur 8
Dasawara Eraja 8

Ala Ayuning Dewasa

Banyu Urug

Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Carik Walangati

Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Kala Empas Munggah

Baik untuk membangun rumah. Tidak baik untuk memetik buah-buahan.

Kala Klingkung

Baik untuk mencuri demi kepentingan umum yang bertujuan baik.

Kala Luang

Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian.

Kala Sor

Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Kala Timpang

Baik untuk membuat senjata, membuat/memasang ranjau, guna-guna, meramu sadek, memasang sesuatu yang merupakan larangan pada tanaman. Tidak baik untuk berburu.

Pepedan

Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Salah Wadi

Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll).

Taliwangke

Baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau di kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak.

Titibuwuk

Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul.

Lintang

Jong Sarat

"Ambisius, suka menolong orang lain yang kesusahan, namun sering menemui rintangan batin."

Total Urip

Total Urip (Saptawara + Pancawara) 7

Event / Rerahinan Hari Ini

Bali

Sabuh Mas

Hari suci Sabuh Mas dirayakan pada Anggara Wage wuku Sinta, tiga hari setelah hari raya Saraswati. Umat Hindu memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Mahadewa. Momen ini merupakan wujud syukur atas anugerah berupa kekayaan material, khususnya harta benda berharga seperti emas, perak, dan perhiasan.

Banten umumnya dihaturkan pada tempat penyimpanan harta atau brankas. Umat memohon agar harta benda dapat senantiasa mendukung dharma dan membawa kesejahteraan.

Nasional

Hari Lahir Pancasila

Libur Nasional