Kalender Bali Digital - Rabu, 04 Oktober 2028

Kalender Bali Digital (Rabu, 04 Oktober 2028) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.

Rincian Wewaran

Wuku

Dungulan

Ingkel

Taru

Jejepan

Taru

Fase Bulan

Pangelong 1

Wewaran Nama Urip
Triwara Beteng 4
Caturwara Menala 8
Pancawara Kliwon 8
Sadwara Ariang 6
Saptawara Buda 7
Astawara Uma 4
Sangawara Tulus 6
Dasawara Manuh 2

Ala Ayuning Dewasa

Bojog Turun

Baik untuk menyetem gambelan.

Cintamanik

Baik untuk melakukan upacara potong rambut.

Gagak Anungsang Pati

Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa

Kala Muncar

Baik untuk membuat taji, mengasah senjata.

Kala Temah

Tidak baik untuk dewasa ayu.

Karnasula

Baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan.

Pepedan

Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Purwanin Dina

Tidak baik sebagai dewasa ayu

Salah Wadi

Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll).

Sarik Agung

Tidak baik untuk segala pekerjaan.

Uncal Balung

Tidak baik melakukan semua jenis perkerjaan yang dianggap penting.

Lintang

Tiwa-tiwa

"Menyukai seni, perasaannya halus, ramah, namun terkadang sering bingung mengambil keputusan."

Total Urip

Total Urip (Saptawara + Pancawara) 15

Event / Rerahinan Hari Ini

Bali

Buda Kliwon

Bali

Galungan

Hari raya Galungan jatuh pada Buda Kliwon wuku Dungulan, dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender pawukon. Ini adalah puncak perayaan suci bagi umat Hindu di Bali yang memanifestasikan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).

Pada hari ini, umat menghaturkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas terciptanya alam semesta. Suasana Galungan sangat khas dengan berdirinya Penjor di depan setiap rumah sebagai lambang kemakmuran, gunung suci, serta wujud bakti atas segala anugerah kehidupan dan kesejahteraan.