Kalender Bali Digital - Sabtu, 05 Agustus 2028
Kalender Bali Digital (Sabtu, 05 Agustus 2028) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.Rincian Wewaran
Landep
Sato
Taru
Purnama
| Wewaran | Nama | Urip |
|---|---|---|
| Triwara | Beteng | 4 |
| Caturwara | Laba | 5 |
| Pancawara | Kliwon | 8 |
| Sadwara | Ariang | 6 |
| Saptawara | Saniscara | 9 |
| Astawara | Brahma | 7 |
| Sangawara | Nohan | 3 |
| Dasawara | Eraja | 8 |
Ala Ayuning Dewasa
Amerta Pageh
Baik untuk upacara Dewa Yadnya.
Amerta Papageran
Tidak baik untuk melakukan dewasa ayu karena mengandung pengaruh sakit-sakitan.
Bojog Turun
Baik untuk menyetem gambelan.
Kala Kutila
Baik untuk memulai pekerjaan yang mempergunakan api.
Kala Timpang
Baik untuk membuat senjata, membuat/memasang ranjau, guna-guna, meramu sadek, memasang sesuatu yang merupakan larangan pada tanaman. Tidak baik untuk berburu.
Karna Sula
Tidak baik untuk melangsungkan perkawinan, mengambil/menangkap/membeli binatang peliharaan, mengadakan pertemuan/rapat, berbicara kepada orang lain.
Pamacekan
Baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya
Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu
Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll).
Sedana Yoga
Baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki.
Lintang
Pagelangan
"Sangat cekatan, pintar mencari peluang bisnis/uang, namun perasaannya sering was-was atau khawatir."
Total Urip
Event / Rerahinan Hari Ini
Hari Raya
Purnama Karo
Tumpek Landep
Tumpek Landep jatuh setiap Sabtu Kliwon Wuku Landep. Rahina Tumpek Landep dimaknai sebagai hari ketika Ida Sang Hyang Widhi Wasa turun ke bumi dalam manifestasinya sebagai Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati.
Saat Tumpek Landep, umat Hindu di Bali biasanya memberikan upacara kepada alat-alat tajam atau senjata agar bertuah. Belakangan, berbagai alat teknologi hingga kendaraan bermotor juga turut diupacarai saat Tumpek Landep. Hal itu sebagai bentuk syukur dan ungkapan terima kasih karena sudah memudahkan pekerjaan manusia.
Secara filosofis, Tumpek Landep dimaknai sebagai hari pemujaan terhadap dewa yang telah memberikan ketajaman pikiran kepada manusia. Kelengkapan banten atau sesajen saat Tumpek Landep berbeda-beda, sesuai dengan kebiasaan di daerah masing-masing.