Kalender Bali Digital - Senin, 18 Januari 2027

Kalender Bali Digital (Senin, 18 Januari 2027) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.

Rincian Wewaran

Wuku

Kuningan

Ingkel

Buku

Jejepan

Mina

Fase Bulan

Penanggal 11

Wewaran Nama Urip
Triwara Pasah 9
Caturwara Sri 6
Pancawara Kliwon 8
Sadwara Tungleh 7
Saptawara Coma 4
Astawara Ludra 3
Sangawara Nohan 3
Dasawara Suka 10

Ala Ayuning Dewasa

Carik Walangati

Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Dina Carik

Tidak baik dipakai dewasa.

Geni Murub

Baik untuk segala pekerjaan yang mempergunakan api seperti membakar bata mentah, genteng, dan lain-lain. Tidak baik untuk membangun, mengatapi rumah.

Geni Rawana

Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Gni Rawana Jejepan

Baik untuk mulai pekerjaan yang menggunakan api seperti membakar genteng, batu bata, keramik, gerabah, membuat senjata tajam (pande besi). Tidak baik mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam.

Macekan Agung

Untuk membuat benda-benda runcing untuk pura seperti pengawin, tumbak, senjata pengider-ider dll.

Macekan Lanang

Baik untuk membuat taji, tumbak, keris, alat penangkap ikan. Tidak baik untuk upacara yadnya

Pamacekan

Baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya

Tunut Masih

Baik untuk melas rare (bayi menetek), mulai mengajar/melatih ternak bekerja, membentuk perkumpulan (organisasi), memulai membuka sekolah atau perguruan, baik untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) diisi tali pengikat.

Uncal Balung

Tidak baik melakukan semua jenis perkerjaan yang dianggap penting.

Lintang

Pedati

"Penyabar, pembawaannya santai (tidak suka terburu-buru), dan setia."

Total Urip

Total Urip (Saptawara + Pancawara) 12

Event / Rerahinan Hari Ini

Bali

Pemacekan Agung

Hari suci Pemacekan Agung dirayakan pada Soma Kliwon wuku Kuningan, lima hari setelah Galungan. Kata pemacekan berasal dari "macek" yang berarti memancangkan paku.

Secara filosofis, hari ini merupakan simbol keteguhan iman umat Hindu dalam menancapkan kemenangan Dharma (kebenaran) agar tidak tergoyahkan. 

Pada sore hari, umat menghaturkan banten Segehan Agung di depan pintu gerbang (pemedal) rumah. Ritual ini bertujuan untuk mengembalikan para Bhuta Kala ke alamnya agar kehidupan manusia beserta alam semesta kembali damai dan harmonis.

Dauh Ayu

Rentang waktu (WITA) yang dinilai baik untuk melaksanakan kegiatan penting pada hari ini:

07.54 - 10.18 24.42 - 03.06