Kalender Bali Digital - Sabtu, 14 November 2026
Kalender Bali Digital (Sabtu, 14 November 2026) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.Rincian Wewaran
Landep
Sato
Taru
Penanggal 5
| Wewaran | Nama | Urip |
|---|---|---|
| Triwara | Beteng | 4 |
| Caturwara | Laba | 5 |
| Pancawara | Kliwon | 8 |
| Sadwara | Ariang | 6 |
| Saptawara | Saniscara | 9 |
| Astawara | Brahma | 7 |
| Sangawara | Nohan | 3 |
| Dasawara | Eraja | 8 |
Ala Ayuning Dewasa
Amertayoga
Baik untuk membangun, mencari pengupa jiwa (nafkah), dan memulai suatu usaha/perusahaan.
Ayu Nulus
Baik untuk segala usaha.
Bojog Turun
Baik untuk menyetem gambelan.
Dauh Ayu
Baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang, baik untuk membangun.
Dewasa Ngelayang
Baik untuk membangun rumah, membuat jukung dan sejenisnya.
Kala Kutila
Baik untuk memulai pekerjaan yang mempergunakan api.
Kala Timpang
Baik untuk membuat senjata, membuat/memasang ranjau, guna-guna, meramu sadek, memasang sesuatu yang merupakan larangan pada tanaman. Tidak baik untuk berburu.
Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu
Salah Wadi
Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll).
Sarik Ketah
Baik untuk membuat tembok pagar.
Sedana Yoga
Baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki.
Subacara
Baik untuk melangsungkan segala jenis upacara, membuat program (rencana), membuat peraturan, mengangkat.menunjuk petugas, mulai berlatih/belajar.
Lintang
Pagelangan
"Sangat cekatan, pintar mencari peluang bisnis/uang, namun perasaannya sering was-was atau khawatir."
Total Urip
Event / Rerahinan Hari Ini
Tumpek Landep
Tumpek Landep jatuh setiap Sabtu Kliwon Wuku Landep. Rahina Tumpek Landep dimaknai sebagai hari ketika Ida Sang Hyang Widhi Wasa turun ke bumi dalam manifestasinya sebagai Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati.
Saat Tumpek Landep, umat Hindu di Bali biasanya memberikan upacara kepada alat-alat tajam atau senjata agar bertuah. Belakangan, berbagai alat teknologi hingga kendaraan bermotor juga turut diupacarai saat Tumpek Landep. Hal itu sebagai bentuk syukur dan ungkapan terima kasih karena sudah memudahkan pekerjaan manusia.
Secara filosofis, Tumpek Landep dimaknai sebagai hari pemujaan terhadap dewa yang telah memberikan ketajaman pikiran kepada manusia. Kelengkapan banten atau sesajen saat Tumpek Landep berbeda-beda, sesuai dengan kebiasaan di daerah masing-masing.
Dauh Ayu
Rentang waktu (WITA) yang dinilai baik untuk melaksanakan kegiatan penting pada hari ini: