Kalender Bali Digital - Sabtu, 23 Mei 2026
Kalender Bali Digital (Sabtu, 23 Mei 2026) lengkap dengan informasi hari libur nasional, rerahinan, ala ayuning dewasa, dauh ayu. purnama, tilem dan kajeng kliwon.Rincian Wewaran
Wariga
Wong
Mina
Penanggal 7
| Wewaran | Nama | Urip |
|---|---|---|
| Triwara | Pasah | 9 |
| Caturwara | Sri | 6 |
| Pancawara | Kliwon | 8 |
| Sadwara | Tungleh | 7 |
| Saptawara | Saniscara | 9 |
| Astawara | Sri | 6 |
| Sangawara | Gigis | 9 |
| Dasawara | Eraja | 8 |
Ala Ayuning Dewasa
Amerta Danta
Baik untuk melakukan tapa, brata, yoga, semadi, penyucian diri, segala pekerjaan.
Amerta Gati
Baik untuk memulai suatu usaha, bercocok tanam.
Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.
Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
Dina Jaya
Baik untuk belajar menari atau pengetahuan yang lain dan mengandung unsur keunggulan.
Kala Bancaran
Baik untuk membuat senjata, taji, pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk mengadap nira).
Kala Geger
Baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan, membuat kentongan, cagcag (perkakas tenun), kroncongan (genta sampi dari kayu), genta (bajra), kendang (bedug), gambelan, dan alat bunyi-bunyian lainnya.
Kala Matampak
Baik untuk menanam segala sesuatu (bercocok tanam).
Kala Sarang
Mengandung sifat boros/terapas. Tidak baik untuk berbelanja
Kala Tampak
Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan).
Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu
Rangda Tiga
Tidak baik melakukan upacara pawiwahan.
Sri Tumpuk
Baik untuk memcari burung (mepikat).
Lintang
Pagelangan
"Sangat cekatan, pintar mencari peluang bisnis/uang, namun perasaannya sering was-was atau khawatir."
Total Urip
Event / Rerahinan Hari Ini
Tumpek Bubuh
Tumpek Wariga jatuh setiap Sabtu Kliwon Wuku Wariga atau 25 hari sebelum Hari Raya Galungan. Saat Tumpek Wariga, pemujaan dilakukan terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Sangkara atau dikenal juga sebagai dewa kesuburan dan tumbuh-tumbuhan.
Saat Tumpek Wariga, upacara umumnya dilakukan di kebun atau tegalan milik warga. Umat Hindu di Bali menghaturkan sesaji berupa canang dan bubur dari tepung beras yang dipersembahkan untuk Dewa Sangkara, manifestasi Ida Sang Hyang Widhi sebagai dewa tumbuh-tumbuhan.
Bubur tersebut kemudian ditempelkan pada pohon setelah ditoreh sedikit sembari mengucapkan sesapa:
"Kaki kaki, Nini nini, Sarwa tumuwuh. Niki tiyang ngaturin bubuh mangda ledang tumbuh subur, malih selae lemeng Galungan. Mabuah apang nged, nged, nged..."
Dauh Ayu
Rentang waktu (WITA) yang dinilai baik untuk melaksanakan kegiatan penting pada hari ini: